Boleh Gak Sih Orang Islam Mengejar “Dunia”?

Hidup dengan kekayaan penuh harta melimpah menjadi dambaan semua orang. Pendidikan juga dianggap bagus ketika lulusannya berhasil secara finansial. Lalu bagaimana sih Islam memandang harta kekayaan? 

  1. Pemilik mutlak dari harta adalah Alloh SWT, Dia-lah, Alloh Dzat Yang Maha Kaya. Semua yang ada di alam semesta ini hanyalah kepunyaan-Nya, maka akan kembali pula kepada-Nya. Manusia hanya diberikan hak guna pakai, hanya dititipi saja dan kita harus ridho saat harta itu diambil, namanya juga diambil lagi oleh Yang Punya. Sebagai pemilik mutlak, maka Alloh yang berhak mengatur harta itu digunakan kemana dan untuk sapa saja.
  2. Harta yang ada pada kita, statusnya antara lain adalah: Titipan Alloh, sebagai perhiasan, sebagai ujian keimanan, bekal untuk beribadah dan kenikmatan yang harus kita syukuri 
Uang Dinar

Omong2 soal harta, boleh gak sih kita sebagai muslim memiliki harta kekayaan? gak ada yang salah kita memiliki harta, gak salah juga kita menjadi kaya malah dianjurkan kita sebagai muslim mencari kekayaan, bahkan muslim kuat secara finansial itu lebih disukai Alloh daripada muslim miskin harta (ini soal harta ya, bukan kekayaan hati…) sebab miskin itu lebih deket dengan kekufuran.

Persoalannya, darimana harta didapat dan dibelanjakan kemana? 

Gak ada yang salah jika kita ingin kaya, malah disyariatkan dalam agama Islam untuk mencari rezeki dan berusaha di dunia. Selesai sholat, silahkan bertebaran ke seluruh bumi, cari karunia Alloh. Bahkan ditafsirkan pergilah ke seluruh pelosok negeri untuk mendapatkan berbagai macam penghasilan dan berniaga.

Umat Islam emang harus kaya, dengan kekayaan itu kita bisa membantu sodara2 kita, bisa bersedekah, bisa memilih sekolah yang terbaik (bisa buat sekolah juga), bisa membangun pesantren, bisa umroh dan haji, bisa menghajikan orang, dan lain-lain walopun itu semua jika Alloh berkehendak, semua bisa aja tanpa kita punya kekayaan hal itu bisa terjadi. Sangat wajib kita sebagai muslim punya harta (yang halal). 

Rasullulloh dan para sahabatnya itu secara finansial kaya raya, Rasul pada saat menikah dengan Khadijah maharnya sampe ratusan ekor unta kualitas nomer satu, jika harga satu ekor unta adalah 100 juta? berapa tuh… sedangkan kita mahar paling banyak senilai uang diangka kalender kita nikah dan seperangkat alat sholat, gak sampe lima juta 😛

Sahabat-sahabat yang lain juga kaya raya, mereka dapatkan harta kekayaan itu dengan berbisnis, sahabat Utsman bin Affan bahkan sampai jaman sekarang masih punya harta wakaf dan rekening atas nama Utsman Bin Affan. Bagaimana super kayanya Abdurahman bin Auf, yang seorang pengusaha ditanggannya bisnis apa aja jadi, gimana kayanya sahabat Umar bin Khattab yang harta kekayaannya disumbangkan ke negara dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu sejatinya harta kekayaan itu adalah di dada seperti apa kata Rasullulloh, artinya soal kaya miskin itu soal mental, kita merasa kaya saat kita berlapang dada dan mensyukuri, harta yang kita miliki semata-mata untuk meningkatkan amal sholeh buka sebaliknya.

Buat saya pribadi, ya saya harus kaya, bukan berarti sekarang belum kaya terus kita belum juga beramal sholeh. Sedekah nanti nunggu kaya dulu, pergi haji nunggu uang ngumpul dan seterusnya. Dengan cara apa saya mencari harta (pendapatan), dengan usaha sesuai passion kita, dengan berbisnis, bisa dengan bekerja atau apapun. 

Jadi boleh kita kita sebagai muslim mengejar dunia (harta)? sangat boleh, seorang muslim diperbolehkan mempunyai cita-cita untuk menjadi orang kaya, asalkan niat tersebut untuk amal sholeh dan menegakkan agama.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *